Minggu, 28 November 2010

SINGGASANA DI RUMAH POHON (Cerpen_Estetika romantisme)

SINGGASANA DI RUMAH POHON
(Cerpen_Estetika romantisme)
Singgasana di rumah pohon, semua lelaki di segala penjuru di negeri nirwana selalu menggaungkan tempat itu. Pembicaraan yang terus bergulir dari mulut ke mulut bukan disebabkan dari kemegahan singgasananya, atau pun kemegahan rumah yang dibangun di atas pohon besar itu, akan tetapi karena adanya sesosok wanita yang berparas menawan dan mempunyai kepribadian menarik yang tinggal di rumah pohon tersebut. Sehingga sangat banyak lelaki di negeri nirwana, ingin menjadi pasangan dari wanita yang sering disebut bidadari surga oleh para lelaki di negeri itu.
Dari setiap belahan bumi negeri nirwana terlihat jelas banyak lelaki yang berjuang dengan gigihnya tuk menghancurkan tembok-tembok penghalang demi mendekati sang bidadari surga. Seluruh strategi pun diluncurkan bagaikan jurus-jurus pendekar di dunia persilatan, mulai dari strategi kahlil Gibran hingga strategi politik machiafeli yang menghalalkan segala cara pun di lakukan oleh pejantan-pejantan negeri nirwana. Namun dalam setiap kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Persaingan sengit yang terwujud dalam memperebutkan bidadari surga itu tidak seperti pertarungan fisik yang dilakukan oleh ken arok ketika berhadapan dengan empu gandring saat memperebutkan cinta dari ken dedes. Akan tetapi persaingan yang dilakukan adalah pertarungan dalam tataran ide.
Ditengah para pejantan tangguh, ada sesosok lelaki yang sangat sederhana yang dikenal bernama ksatria. tak beda dengan lelaki lainnya, ksatria juga menaruh rasa yang cukup mendalam akan keindahan pancaran cahaya yang keluar dari sosok bidadari surga yang tinggal di rumah pohon itu. Pada awalnya ksatria tidak begitu serius menanggapi pembicaraan tentang sang bidadari. Namun rasa itu lahir pada suatu perhelatan besar di negeri nirwana. yang dihadiri seluruh masyarakat negeri, ksatria pun terpesona dengan keindahan yang terlukiskan pada diri sang bidadari. Dengan melihat geliat tiap langkah dan tingkah laku sang bidadari, ksatria pun menorehkan rasa cinta yang tulus, dan tanpa disadari rasa itu mengkristalisasi didalam sanubari ksatria.
Pada suatu hari, pagi pun datang dengan senyuman indah mentari. Ksatria sedang duduk santai di lingkaran khuldi di negeri nirwana. Dari lingkaran itu terlihat jauh sesosok wanita berparas menawan berjalan kearah ksatria dan melewati lingkaran khuldi itu hingga terus melaju kearah utara. Dan ksatria pun sadar bahwa wanita itu adalah sang bidadari. Di tiap langkah bidadari banyak lelaki yang terlihat mendekati dan merayu, namun ksatria hanya bisa melihat dari lingkaran. Oleh dari itu sempat timbul di benak ksatria suatu keminderan diri tuk mendekati sang bidadari. Namun itu semua cepat berlalu, karena kekuatan cinta yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam ksatria mampu mengalahkan rasa pesimistis itu. Dan suatu ketika entah angin surga apa yang dikirim kan oleh dewi fortuna, ksatria terkejut dengan sapaan yang begitu lembut dari sang bidadari kepada dirinya. Dari situ lah bak secercah angin surga, rasa kepercayaan yang sangat tinggi, ksatria pun mengisi amunisi perang nya tuk meluluh lantak kan seisi negeri nirwana, dengan mengarungi gelombang perjuangan cintanya tuk mendapatkan sang bidadari surga.
Kerasnya arus dari persaingan tuk mendapatkan hati dari sang bidadari, tidak membuat gentar ksatria tuk mendapatkan hati wanita yang tinggal dirumah pohon itu. Tahap demi tahap di lakukan oleh ksatria dengan tujuan dapat duduk bersama sang bidadari, di singgasana rumah pohon, atau dengan kata lain dapat bersanding sehidup semati menjadi pasangan suami istri. Dan berulang lagi tak disangka tak diduga yang tak seperti orang kira pun terwujud dewi fortuna berpihak kepada sosok lelaki sederhana itu. Dan itu membuat negeri nirwana geger, sang bidadari pun menentukan sikap dengan membuka kunci hatinya, tentunya sang bidadari juga memilih dan memilah siapa yang menjadi pendamping hidupnya hingga akhir hayat nanti. Dan pilihan hati sang bidadari jatuh kepada ksatria. Namun hal itu dapat diraih ksatria tidak dengan begitu mudahnya. Ksatria bisa mendapatkan hati dari sang bidadari tentu dengan perjuangan yang gigih. dengan melewati kencangnya arus dari gelombang perjuangan cinta Dengan menarik nafas bgitu panjang, ksatria itu pun tersenyum lepas, setelah berhasil melewati lautan gelombang perjuangan, yang mengantarkanya ke singgasana rumah pohon, bersama sang bidadari dan menjalankan bahterai rumahtangga hingga akhir hayat menjemput mereka.

Minggu, 21 November 2010.
Pada pukul : 04:49 WIB
By: Ogek IyaNk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar